Wednesday, January 11, 2012

Tips Untuk Mengurangi Rokok


Saya adalah perokok, aktif dan pasif, karena hampir seluruh lingkungan saya merokok semua. Saya sendiri sudah berusaha menguranginya, dengan berbagai teknik, dari yang permen (malah saya senang makan permen sambil merokok, tambah segar!), obat-obatan, sampe meng”hipnotis” diri sendiri. Semua gagal, dan akhirnya setelah bertahun-tahun, saya menemukan metoda pengurangan konsumsi rokok, bukan formula berhenti merokok. Walau tidak terlalu efektif, tapi saya berhasil mengurangi hampir 1/2 dari konsumsi normal saya.

Sebelumnya kita pahami dulu tipe-tipe perokok berat:
1. Perokok berat murni. Sudah sangat jelas, tidak perlu paparan.
2. Perokok berat di teman, artinya perokok aktif tetapi jarang beli, sukanya cuma mengkonsumsi rokok teman-temannya. Ini benar-benar merugikan lingkungan, dimana bukan hanya meracuni diri sendiri tetapi secara sosial ekonomi, teman-teman di sekitarnya akan terganggu.
3. Perokok berat di ongkos, ini tipe orang yang berharga diri tinggi, tidak mau minta rokok, tapi sukanya minta duit buat beli rokok, biasanya diawali minta keluarga, teman, dan beberapa berakhir menjadi preman jalanan. Jika sudah akut napsu merokoknya mereka gelap mata, bahkan ada yang mencongkel kios rokok segala. Disini kita bisa melihat kecanduan merokok bisa menjadi pemicu timbulnya penyakit sosial masyarakat.



Setelah dihami paparan tipe-tipe pengidap kecanduan di atas, step by step, akan saya paparkan bagaimana caranya (saya) mengurangi komsumsi rokok:

1. Belilah merek yang anda benci dan yang harganya murah
Biasanya perokok menetap pada merek tertentu, tapi jika sudah “kepepet” akan merokok merek apa saja, tetapi harus dalam kondisi memang tidak punya rokok sendiri. Biasanya pergantian merek membuat perokok mengurangi jumlah konsumsi rokoknya. Apalagi jika biasanya rokok putih (tanpa cengkeh) diganti rokok cengkeh (kretek/kretek filter) maka akan “kaget” dan mngurangi konsumsinya. Rokok juga merupakan simbol status, misal anda biasa merokok merek terkenal dan sekarang anda mengantongi rokok merek aneh, dan mungkin bandrolnya saja palsu, maka anda akan malu merokoknya di depan umum, otomatis akan mengurangi jumlah konsumsi rokok anda.

2. Jangan menunggu atau diam dan tanpa aktivitas
Perokok paling suka membunuh waktu dengan merokok, jadi jika sampai anda terjebak dalam situasi menunggu, maka anda akan merokok dan bisa amat banyak. Maka jika terpaksa anda menunggu, gunakan untuk beraktifitas, dari membaca (membaca sedap juga disambi merokok) chatting via HP, mengajak mengobrol, dan atau menunggulah di ruang ber AC yang otomatis ada larangan untuk merokok.

3. Taatilah Larangan Tidak Merokok
Jika anda mentaati laranganh merokok, maka otomatis anda semakin sedikit kesempatan merokok, jangan mencuri-curi kesempatan di jam tanpa rokok (misal meeting di ruang AC), biasanya perokok akan pura-pura ke kamar mandi dan merokok di luar ruangan. Hilangkan kebiasaan ini dan hanya merokok jika memang anda sudah selesai semua urusan di ruang tanpa rokok.

4. Biasakan minum sambil merokok
Jika anda terbiasa minum sambil merokok, maka anda akan malas merokok jika tidak ada minuman, ini akan memperkecil frekweksi anda merokok. Minuman di sini adalah minuman biasa, jangan malah dipikirkan sebagai minuman keras. Nantinya bisa kacau, rokok berhenti tetapi anda menjadi alkoholik, malah tambah runyam.

5. Hilangkan kebiasaan merokok setelah makan
Caranya? Makanlah di tempat yang memang dilarang merokok, atau makan di tempat sangat ramai dan panas, dimana jika anda nekad merokok akan dicaci-maki para penikmat makanan lain di warung atau resto itu.

6. Biasakan Tidak Merokok di ruang yang ada anak-anak dan wanita
Tahukan anda? Jika seorang perokok tidak merokok di area anak dan wanita, maka dia akan dianggap gentleman. Bener-bener laki-laki sopan. Saya kira alasan ini cukup berharga untuk mengerem kebiasaan kita merokok.

7. Terus, kapan dan dimana kita akan merokok?
Saya biasanya merokok jika di kamar mandi sendirian, sore dan pagi hari di teras rumah, dan kadang-kadang jika ada waktu senggang di kantor. Sehari sekitar 5-7 batang, cukup irit dan cukup mengurangi konsumsi rokok saya.

Selamat mencoba bagi yang punya kesadaran! Semoga bermanfaat :)

No comments:

Post a Comment